Sabtu, 21 Agustus 2010

jakarta pop alternative 1996

In my memoriam for watched Live Foo Fighter, Sonic Youth, Beastie Boys, PAS Band, Netral & Nugie on JAKARTA POP ALTERNATIVE FESTIVAL (14 January 1996) at Parkir Timur Senayan Jakarta…… the great memory i’ve done
Sekedar mengenang kalo seorang legenda hidup Grunge pernah datang ke Indonesia, Dave Grohl {eks drummer Nirvana} bersama band yg baru dibentuknya pada saat itu Foo Fighter. Mata pun melotot menyaksikan langsung seorang idola Dave Grohl yg memakai kaos kuning dan banting stir menjadi vokalis sambil memainkan gitar model V & diperkuat lagi oleh gitaris Pat Smear {eks additional player guitar “Nirvana”) yang wajahnya mirip Mr. Bean, Nate Mendel {Bass} serta William Goldsmith {Drummer} menggebrak Jakarta dengan lagu-lagu dari albums pertama Foo Fighter yg bergambar pistol, seperti : Big me, I’ll Stick Around, Wennie Bennie, Floaty, dll…..
hmmmmm…….. inilah alasan utama saya hadir untuk menginjakkan kaki di ibukota negara, it’s Sonic Youth & Dave Grohl !!!! sekaligus menikmati penampilan favorit dagri Netral & PAS band. Sonic Youth mungkin sudah tidak asing lagi bagi para umat manusia grunge di muka bumi ini, band yang di idolakan Kurt Cobain ini pada saat itu sedang keren-kerennya tapi masih tetap berada dijalur indie-nya dengan hit single “Diamond Sea” dari album ke -9 bertitle “Washing Machine”. Lagu yg durasinya lumayan panjang tersebut dibawakan hingga 2x. Setiap kali ganti lagu dipastikan awak personilnya yang terdiri dari : Thurstoon Moore {vokal, gitar}, Lee Ranaldo {gitar, vokal}, Kim Gordon {vokal, bass} dan Steve Shelley (drummer) mengganti gitarnya pula kecuali pemain drums {repot kali kalo harus ganti drums tiap lagu} dan bassis sesekali saja. Mereka memainkan gitar & bass tidak hanya dengan jemari tangannya kadang sesekali dengan stick drums atau perkakas lainnya untuk menghasilkan nuansa noise yang memekakan telinga bagi mereka yang awam, but for me it’s the great noise sound that i ever hear. Gitar & bass mereka dipajang disisi kiri kanan panggung berderet. Mereka sukses me-noise-kan jakarta dengan lagu2 seperti No Queen blues, Washing Machine, Bull In The Heather, Sugar Kane, Drunken Butterfly, dsb. Seandainya dulu udah ada HP kamera, Hik hik hik hik cup cup cup…….
Penampilan Beasty Boys sedikit lupa & kurang begitu disimak karena pada saat itu belum menjadi agenda favorit. Pada saat itu taunya lagu berjudul ‘Sabotage’, dan menurut saya video klip dari The Changcuter adalah duplikasi dari video klip Sabotage {maaf kalo benar}. Sekilas trio rapper kulit putih memang keren aslinya, mereka bertiga bernyanyi ala nge-rap saling bertautan diiringi musik “minus one” dari turntable, namun untuk beberapa lagu, ternyata mereka oke juga memainkan alat musik gitar, bass & drums sambil mulut komat kamit nge-rap {soalnya lumayan sulit lo nge-rap sambil memainkan alat musik}. Barulah beberapa tahun kemudian saya diperkenalkan seorang anak manusia penggemar Beasty Boys yang punya hobby maen gitar kanan tapi dibalik jadi kidal beberapa lagu seperti Fight For Your Right, Brass Monkey, Body Movin, Intergalactic, selanjutnya lupa judul2nya tuh. 

Daripada garing tidak ada yg diceritain lebih baik menceritakan bagaimana kondisi stage saat itu, para penonton kebanyakan adalah anak punk dengan segala atributnya, grunge style dan juga british style. Para punker rese yang tidak punya tiket di luar stage berusaha untuk mengacaukan suasana dengan melemparkan batu kedalam area, untung saja pihak keamanan cepat mengantisipasinya. Karena mereka masih membandel dengan terpaksa anjing herder milik petugas keamanan pun dilepas dan terjadilah hal yang kocak disiang bolong anak punk di kejar-kejar oleh anjing. Disana ternyata saya bertemu dengan anak-anak Aberdeen {band lawas grunge lokal} dan gangnya serta anak-anak grunge jkt tapi lupa namanya, maklum disamping udah lemot nih otak ketemunya juga paling pas event-event tertentu saja.

Pas Band yang terdiri dari Yukie {vokal}, Bengbeng {gitar}, Trisno {bass} dan Richard {drummer} tampil keren dan enerjik, panggung benar-benar dikuasai oleh mereka. Mereka benar-benar maksimal menghajar penonton dengan materi lagu dari albums “In {No} Sensation”. Salah satu hal yang masih saya ingat adalah ketika Yukie berlari kebelakang panggung tepatnya dibelakang Richard {drummer} terlihat oleh saya seperti Muntah {entahlah}.

Netral merupakan pionir band Rock Alternative di belantika musik Indonesia. Walaupun hanya beranggotakan 3 personil seperti Bagus {vokal, bass}, Mitend {gitar} & Bimo {drummer}, mereka sukses membuat para penonton bermoshing ria. Mereka sukses menghajar kuping penonton dari albums pertama mereka “Wa..lah”. Bagus sang vokalis sekaligus Bassis sesekali meneriakan yel yel “Punk Is Not Dead”. Masih dalam ingatan mereka membawakan lagu baru berjudul “Babi” yang aroma Punk nya kentara banget yang kemudian masuk dalam albums Netral berikutnya.
Nugie sepertinya satu-satunya band pengisi acara ini yang mendapat sambutan kurang meriah dari penonton. Mereka membawakan lagu-lagu hits dari albums pertama mereka bertajuk “Bumi” seperti puteri, tertipu, dsb. Satu hal yang masih saya ingat adalah peristiwa dimana ada satu orang penonton berdandanan ala Punkers dengan naik ke pundak temannya membuka celana dan memperlihatkan alat vitalnya didepan Nugie.


Sekali lagi maaf untuk band urutan penampilan acara tersebut saya sudah lupa tapi yang pasti band-band lokal dulu baru kemudian ditutup oleh band-band luar negeri. Satu hal yang masih saya ingat adalah saya mendapatkan stik drums hasil lemparan drummer dari salah satu band lokal penampil acara tersebut {sorry bandnya juga lupa yang mana} . Sepatu saya pun hilang entah kemana saat sedang asyik-asyiknya bermoshpit ria sehingga dengan terpaksa pulang tanpa alas kaki alias nyeker, xixixixii. Jikalau ada yang masih ingat atau sama pernah jadi saksi bersejarah acara ini silahkan ditambahkan, thanx........ : )


1 komentar:

  1. Ah saya ngga nonton acara bombastis ini, masih bocah ingusan waktu itu. ada dokumentasi foto/video ga mas? atau link ke tulisan2 yang lain?

    BalasHapus