Jumat, 27 Agustus 2010

k.a.r.m.a.p.o.l.i.c.e

Karma police, arrest this man
He talks in maths
He buzzes like a fridge
He's like a detuned radio

Karma police, arrest this girl
Her Hitler hairdo is making me feel ill
And we have crashed her party

This is what you get
This is what you get
This is what you get when you mess with us

Karma Police
I've given all I can
It's not enough
I've given all I can
But we're still on the payroll

This is what you get
This is what you get
This is what you get when you mess with us
For a minute there, I lost myself, I lost myself
Phew, for a minute there, I lost myself, I lost myself
For a minute there, I lost myself, I lost myself
Phew, for a minute there, I lost myself, I lost myself

Terdengar sayup-sayup alunan lagu Radio Head berjudul Karma Police dari player MP3-ku, lagu ini sekiranya memang pernah menjadi soundtrack hidupku beberapa tahun kebelakang. Masih saja teringat dalam otak bagaimana pamanku dihajar habis-habisan oleh beberapa orang berbadan tegap dan sedikit sangar langsung digelandang ke mobil, orang-orang yang ada di sekitar yang notabene adalah teman-teman pamanku termasuk diriku berusaha untuk menolong tapi apa daya kalo ditodongkan senjata api.

Aku pun bertanya-tanya ada apakah ini? bukankah Pamanku sekarang sudah jauh dari Narkoba ? akhirnya aku pun di jelaskan oleh istri pamanku bahwa itu sudah merupakan sesuatu hal yang tidak aneh, biasanya pamanku diinterogasi apakah masih jadi pengedar / pemakai, atau bisa juga dipaksa menjadi Spy menunjukkan barangkali ada temannya yang jadi pengedar juga, WTH !!!! kalo tidak terbukti beberapa hari kemudian pasti beliau akan pulang kembali.

Baiklah kuceritakan sedikit kebelakang bagaimana Pamanku bisa berurusan dengan Hukum. Pamanku pada awalnya adalah seorang pemakai sabu dan inex yang sering keluyuran menikmati dunia malam, hingga akhirnya terjun langsung menjadi pengedar. 2x sudah pamanku ditahan akibat kasus ini dalam rentang waktu sekitar 2-3 tahun.

Sempat beberapa kali saya dan keluargaku menjenguk dia waktu masih didalam, dan ada satu hal yang membuatku sedikit kaget pada suatu saat dan sekali-kalinya disana saya bertemu dengan teman lama saat saya masih kost di daerah lumayan The Bronx di kota Bandung seorang Polisi sebut saja namanya Karma. Pertama yang membuatku kaget adalah bagaimana setelah sekian lama akhirnya berjumpa kembali di dalam Ruang Jenguk Tahanan saat saya membesuk Pamanku, yang kedua adalah kondisi tubuhnya sekarang yang agak pincang jalannya dan memang berubah drastis dari pertama aku melihatnya.

Akhirnya kami pun ngobrol sekedar basa basi walau pun riskan juga sebetulnya. Bagaimana tidak riskan kalau ingat saat-saat dulu masih sering minum dan ngegelo bareng si Karma, masih saja ingat kalau dia bercerita bahwa minuman yang dia beli adalah hasil dari razia gelap yang dia lakukan bersama teman-teman polisi lainnya. Biasanya berjumlah 5-7 orang sekali melakukan Razia dan menghasilkan uang yg lumayan tidak sedikit, uangnya itu pun akhirnya dibagi rata sesama polisi yg beroperasi tersebut. Aku yang masih gelo pun saat itu benar-benar tidak peduli dengan kondisi tersebut.

Biasanya si karma yg menyediakan minuman lalu saya dan temanku yang menyediakan gelonya. yah seminggu bisa dibilang 2-3 kali pertemuan dengan si karma tersebut. awalnya memang saya tidak percaya dengan karma, takut kalo dia adalah seorang Spy, tapi akhirnya temanku yang sudah kenal lebih dulu bisa meyakinkan kalo semuanya it's ok.

Saat itu keadaan Karma memang masih sehat jasmani hingga suatu hari mendengar kabar kalau si Karma masuk rumah sakit dengan kondisi koma. Aku pun mendapat kabar kalau si Karma itu di culik beberapa orang saat pesta miras di sebuah terminal angkot di bandung dan di buang di daerah alun-alun. Lama tidak terdengar kabar sampai aku pindah kosan dan akhirnya bertemu kembali di ruang tahanan saat menjenguk pamanku beberapa tahun kemudian.

Sungguh ironis memang, apakah ini yang dinamakan dengan Karma Police seperti yang dilantunkan oleh Radio Head ? begitu sulitnya kah bila kita berurusan dengan polisi? yang tidak bisa kita pungkiri adalah dimana uang disini berperan sangat vital, yang mana pamanku ludes sudah uangnya karena urusan yang satu ini! temanku pun hampir saja mengalami hal yang serupa untung uang disini berbicara cepat hingga kasusnya tidak masuk BAP!

Yang disesalkan adalah mengapa untuk saat ini pamanku yang sudah benar-benar bersih masih saja harus berurusan, kalo tidak seperti yang diungkapkan diatas bisa juga sekedar minta jatah preman ke pamanku yang kebetulan membuka usaha warung kelontong. Tapi alhamdulillah seiring berjalan waktu sepertinya semua sudah mulai membaik.

Saat saya mengingat kondisi Karma tersebut hati kecilku pun berkata bahwa ini mungkin yang dinamakan Karma Police. Disaat tidak ada yang bisa menghukum si karma, mungkin Tuhan mengambil alih bertindak sebagai Sang Penghukum, Wallahu 'Alam......  


Just Dessert Wine :
"Di dalam setiap diri manusia, pasti ada kebaikan & kejahatan. Manakah yang paling mendominasi {kebaikan atau kejahatan}? mungkin itulah yang menjadikan karakter utama manusia itu. Seorang polisi bukanlah sang malaikat yang bisa mutlak selamanya dalam alur kebaikan, begitu pun para penjahat atau sampah masyarakat tidak berarti selalu berpegang pada kejahatan. Jika sudah demikian, siapa sebetulnya yang bisa memerangi kejahatan? dan siapa yang berkewajiban menciptakan kebaikan?".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar