Rabu, 09 Februari 2011

is this destiny?

akhirnya terdamparlah diriku di rumahnya lucky akibat sms2an bersama pa dodoy kemarin malam, dingin sangat memang dan waktu menunjukkan pukul 23.30 WIB. ahhhaaaaaiiiii........ 3 teman lama saling bertemu kembali setelah sekian lamanya tidak bersua. Jarak dari Cimahi ke buah batu memang lumayan jauh, tapi untung ada jalan TOL mempersingkat perjalananku bersama pa dodoy cuma 15 menit yang sebelumnya janjian terlebih dahulu di cimahi.

akhirnya kami bertiga pun saling ngobrol ngalor ngidul tak tentu arah karena kebanyakan ketawanya dibanding ngobrolnya, hingga si luki pun bercerita bahwa beberapa malam kemarin om wiwih alias Botuna {Bocah Tua Nakal} terkena musibah kepalanya bersimbah darah karena terjatuh di depan rumah mamahnya luki akibat minum terlalu parah. 

hhhhhmmmmm........ 
Jupetong atau botuna atau liang wie memang pernah singgah di memori otakku dan yang tergambar dari dulu hingga sekarang dia adalah seorang lelaki tua yang tidak pernah jauh dari botol. lebih jauh lagi bila melihat sejarahnya dia adalah salah satu dari beberapa yang masih hidup kaki tangannya kakeknya luki yang cukup disegani pada waktu itu, hingga akhirnya sang kakek pun berpredikat hilang tak ditemukan jasadnya {PETRUS}.  

salah satu yang saya ingat dari om wiwih adalah dia sering membersihkan kamar kosku dan mencuci pakaian kotorku. saya pun tidak lupa untuk memberi imbalan kepadanya. bila menjelang sore setelah menyelesaikan aktivitasnya membantu anak2 kos dan mengumpulkan uang hasil jerih payahnya mulailah sang botuna merebahkan diri sebentar lalu langsung melesat ke warung terdekat untuk membeli sebotol mansion atau kalo dananya tidak memungkinkan si babah botak {orang tua} pun pelariannya. tak lama kemudian dia pun hadir kembali dengan botol favoritnya, dan akhirnya dibantailah sang botol mansion olehnya sendirian tanpa campuran apa2 alias murni. 

akhirnya terdiamlah si botuna kalo sudah bercengkrama dengan botol kadang ikut nimbrung ngobrol bersama kami, hingga menjelang malam dan pada akhirnya botol kedualah yang membuatnya tidak berdaya. Kalo sudah begini adalah tugas boim tetanggaku untuk memanggil beca didepan jalan. beca datang kami pun langsung menggotong om wiwih untuk masuk kedalam beca dan tidak lupa sepeda kesayangannya pun diikat di samping beca, sang mamang beca pun sudah maklum dan sudah langganan tetap tiap malam untuk mengantarkan botuna sampai ke rumahnya. dirumahnya pun sang istri sudah menanti.

keesokan pagi harinya diantara sadar dan tidak sadar mungkin masih ngantuk saya pun kembali mendengar suara om wiwih bersenda gurau bersama anak kos lainnya. menjelang siang hari saya pun terbangun dan membuka pintu kamar bertemu kembalilah dengan si botuna yang biasanya sedang sibuk sapu-sapu atau mencuci pakaian anak2 kos, diluar pun sudah terlihat sepedanya stand by. hingga menjelang sore kembalilah om wiwih mengumpulkan imbalan2 yang diterima dari anak2 kos atas jasanya. kalo sudah begitu meluncurlah dengan cepat ke warung terdekat, hingga akhirnya terdamparlah dirinya didalam beca seperti malam2 sebelumnya.

hmmmmmm.............. itulah rutinitas keseharian om wiwih pada saat itu hingga kami pun menjulukinya botuna alias bocah tua nakal, dan pada akhirnya kami pun berpisah karena kosan tempat kami tinggal digusur untuk proyek mall. lama tidak terdengar kabar, hingga akhirnya saya mengetahui kabar kalau dirinya terkena musibah jatuh terpeleset didepan rumahnya mamah luki hingga kepalanya agak bocor dan bersimbah darah mungkin akibat minum terlalu banyak hingga tidak sadarkan diri. 

HIDUP, ya ternyata ia masih hidup, setelah lukanya agak sembuh kembalilah aktifitasnya berbotol-botol ria. Saya pun kadang heran kalo liat perjalanan hidupnya. sejenak saya pun teringat kalo beberapa hari yang lalu adjie massaid menghembuskan nafas terakhirnya akibat serangan jantung. Saya pun semakin heran dan aneh atas 2 peristiwa tersebut, disatu sisi adjie massaid adalah seorang anggota dewan yang dibilang tidak terlalu tua masih gagah dengan hidup berkecukupan materi dan selalu hidup sehat dengan sering berolahraga dan mungkin mempunyai jadwal makan yang teratur dan selalu dibiasakan hidup sehat. sedangkan disisi lain om wiwih adalah seorang pria tua pemabuk berumur sekitaran 60an dengan rutinitas kehidupan yang jauh2 sekali dengan aturan hidup sehat, mungkin sudah banyak racun hinggap ditubuhnya. Tapi apa yang terjadi?

is this destiny? 

akhirnya saya dan pa dodoy pun pamit menutup malam melaju di jalanan tol........ 

   


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar