Selasa, 28 September 2010

Radio GMR Bandung: Semangat Zaman Musik Rock (bagian 1)

Oleh Idhar Resmadi, Editor Common Room Networks Foundation

Pengantar Redaksi: tanggal 11 September menandai hari berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI). Demi merayakan "hari radio nasional" ini, beberapa kontributor Jakartabeat.net dalam beberapa hari ke depan menulis tentang beberapa radio di tanah air yang mendedikasikan diri khusus untuk musik rock and roll. Tulisan oleh Samack ini adalah tulisan pertama seri radio tersebut. Selamat membaca, sambil putar Radio Free Europe (R.E.M), The Who Sell Out (The Who) atau Spirit of the Radio (Rush) atau yang lainnya. Idhar Resmadi adalah penulis kedua seri edisi radio ini.


“It’s 1966, the greatest era for rock’n’roll. But BBC radio, play less than 45 minutes of pop music a day. By the summer of 1967 the golden age of pirate radio was over, but their big dream never died. These are now 299 music stations across UK. They played rock and pop all day and all of the night. And as for rock’n’roll, well it’s had a pretty good 40 years” (The Boat That Rocked, 2009)

Film komedi satir Airheads yang diperankan Brendan Fraser, Steve Buscemi, dan Adam Sandler ini menceritakan sulitnya menjadi musisi rock yang diterima oleh industri radio. Film ini bercerita tentang ketiga rocker pecundang yang berusaha membajak sebuah stasiun radio agar musik mereka diputar di udara dan didengarkan orang banyak. Meski penjualan film ini termasuk rendah dan masuk dalam kategori B-movie, film ini mendapat status cult oleh para rocker dan metalheads di era 90-an.

Film ini menceritakan simbiosis mutualisma penting antara radio dengan industri musik. Peran radio dalam industri musik tentu memiliki efek luar biasa. Bahkan pertemuan-pertemuan antara para music director dan para petinggi label rekaman diyakini menentukan laju industri musik (terutama di Indonesia) yang masih menyembah statistika-statistika chart dan rating.

Nasib musik rock dalam percaturan industri radio memang masih minim atau kalau boleh dibilang mengkhawatirkan. Boleh jadi nasib radio rock (yah, radio yang benar-benar berformat musik rock atau didominasi musik rock) memang tenggelam ke dasar laut seperti metafora yang digambarkan dalam adegan penutup film The Boat That Rocked, diperankan oleh Phillips Seymour Hoffman (yah, tokoh yang beruntung memerankan Lester Bangs di Almost Famous), yang bercerita tentang nasib pirate rock’n’roll radio di Inggris pada pertengahan 1960-an.

Keberadaan radio rock atau radio yang berformat musik keras rock/metal di Indonesia dewasa ini kalah oleh radio-radio mapan yang lebih aman memutar format-format pop melayu,Top 40, bahkan dangdut. Maka tak aneh, keberadaan radio rock di Indonesia sungguhlah sulit.

Kalau pun ada, mengutip istilah Bono U2, hanyalah radio remaja yang memutarkan musik rock. Maka tak aneh jika musik-musik keras terselip dalam acara-acara “menggelikan” semisal Chart Indie, Top Chart Indie Ten, dan sebagainya. Kalau pun ada band rock, biasanya merupakan band rock yang sudah mempunyai massa semisal The S.I.G.I.T. atau Seringai yang seringkali mendapat high-rotation di radio-radio.

Keengganan media radio untuk memutarkan musik rock notabene memang cerminan dari betapa tidak demokratisnya industri musik Indonesia. Menurut saya, media elektronik seperti radio apalagi televisi merupakan ibu tiri yang tidak demokratis terhadap musik rock. Persoalan rating memang masih menjadi salah satu penyebab musik rock yang terbilang segmented ini tidak bisa meraih pasar atau keuntungan margin profit. Klasik, memang.

Padahal berbicara musik rock, menjadi bagian penting untuk memantau atau memetakan peta politik dan budaya yang terjadi di kalangan anak muda Indonesia. Rock sebagai bagian dari budaya barat tentu berbicara banyak terhadap proses keberbudayaan negara ini. Dari ngak-ngik-ngok, era MTV, hingga festival rock Java Rockinland yang selalu disambut antusias.

Membicarakan musik rock dan peran radio tentu tak bisa dilepaskan dari satu nama yang begitu influensial dalam menyebarkan musik rock di Tanah Air yaitu radio GMR di Bandung. Sebagai sebuah radio peran GMR memang begitu penting sebagai propaganda musik rock menjadi masif di Bandung dan Indonesia. Keberanian mereka untuk mendobrak batasan-batasan radio konvensional patut diacungi jempol. Band-band rock Tanah Air macam Rotor, Roxx, Suckerhead, Pas Band, Puppen, Jasad, U’Camp, Jamrud, tak bisa dilepaskan dari keberadaan GMR dalam karir bermusik mereka.

Dalam perjalanannya, radio GMR merupakan penanda zaman tentang pengaruh musik rock berkembang pesat di Indonesia. Sebagai media yang berkembang pada era orde baru hingga orde reformasi, GMR bisa kita lihat bagaimana fenomena musik rock sejak awal kedatangannya ke Indonesia hingga pengaruhnya yang kian masif sekarang ini. Dari latar belakang politis dan budaya, GMR bagi saya memegang peranan penting untuk membentuk rock menjadi suatu hegemoni pada masa jayanya di tahun 90-an. Bahkan para rocker asal Bandung pada masa itu memegang teguh jargon, “lain budak metal Bandung mun teu ngadengekeun GMR” (bukan anak metal Bandung kalau tidak mendengarkan GMR terj.). Maka GMR adalah sebuah dokumentasi zaman.

Periode 1967-1991: Kebijakan politik anti-barat hingga era stasiun komersial

Pengaruh musik rock menyebar pesat di Indonesia tak bisa dilepaskan dari beberapa kebijakan politik yang terjadi di Indonesia pada pergeseran antara era Orde Lama dan Orde Baru. Radio GMR yang berdiri pada masa Orde Baru, merupakan sebuah katarsis terhadap gejala budaya asing yang sempat dilarang dan kontroversial pada masa Orde Lama era pemerintahan Soekarno.

Pada masa vivere pericoloso (the year of living dangerously), pidato Soekarno pada 17 Agustus 1959 atau dikenal dengan pidato “Penemuan Kembali Revolusi Kita”, menyerukan sebuah sikap melindungi kebudayaan nasional dari pengaruh asing dan melahirkan kebijakan anti-barat yang begitu ketat yang menyebut musik rock sebagai imperialisme baru dari Barat. Maka musik rock ala barat adalah sebuah hal yang dilarang. Koes Plus ditangkap karena dianggap sebagai antek imperialisme, pemuda gondrong menjadi sasaran penertiban, nama band atau musisi berbahasa Inggris dipaksa berubah, dan begitu pula dengan dunia penyiaran radio yang berhenti menyiarkan musik berbau barat.

Memasuki era orde baru industri musik Indonesia mengalami kemajuan karena melonggarnya kebijakan anti-barat setelah diruntuhkannya komunisme. Termasuk dunia penyiaran yang bebas untuk menyiarkan musik-musik berbau barat, seperti musik rock.

Pada masa ini, tepatnya tahun 1967, Erwin Sitompul mendirikan sebuah stasiun radio amatir bernama YG Station (Young Generation) dengan frekuensi 1368 Khz/Am. Nama berbahasa Inggris yang tentu saja haram di era Soekarno. YG juga seperti merayakan kebebasannya mengonsumsi musik barat dengan menggelar konser yang khusus meng-cover lagu-lagu The Rolling Stones dan band asal Jakarta Acid Speed Band sebagai penampil utamanya dan dihadiri oleh para Stone Lovers (fansnya The Rolling Stones yang dibentuk YG) – Di era Soekarno tentu ia bakal geram.

Dalam perkembangannya, YG Station yang merupakan cikal bakal dari radio GMR memiliki pendengar yang sangat banyak di kalangan anak muda apalagi musik yang ditawarkan adalah musik rock yang di era itu menandai lahirnya anak muda baby boomers. Bergabungnya anggota band the Rollies yang merupakan salah satu grup band rock di Bandung banyak mempengaruhi corak musik yang disajikan YG.

Hal itu ditandai dengan kedekatan sang pemilik radio Erwin Sitompul dengan salah satu personil the Rollies yaitu Iwan Rollies untuk memenuhi koleksi perpustakaan lagu-lagu rock buat GMR.Keduanya sama-sama pecinta berat musik blues. Pada perjalanannya, Young Generation pun banyak mengenalkan musisi Kota Bandung, seperti The Rollies, Deddy Stanzah, Freedom Of Rhapsodia, Superkid, Giant Step dan Shark Move.

Ada dua momen penting yang menandai perjalanan YG yaitu  pertama, pada tahun 1971 ketika pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah yang mengharuskan seluruh stasiun amatir untuk berbadan hukum. YG membentuk badan hukum dengan nama PT Generasi Muda. Bentuk badan hukum ini mengawali hadirnya era stasiun komersial atau swasta di Indonesia.

Momen penting kedua ketika turunnya izin dari pemerintah untuk berganti ke jalur FM (Frekuensi Modulasi). Pada 1 Januari 1991, Radio Generasi Muda mulai berjalan penuh secara komersial di jalur FM dengan frekuensi 104.4 FM. Hal ini merupakan realisasi dari perkembangan teknologi dan keinginan pendengar agar kualitas suara yang dihasilkan lebih baik. Bahkan agar YG senantiasa berpindah ke jalur FM, sang pemilik Erwin Sitompul rela menjual mobil BMW kesayangannya. Sebuah usaha keras, cita-cita, dan idealisme yang tinggi hanya demi hasratnya terhadap musik rock berkembang besar di Bandung.

Syarat-syarat waktu itu untuk berada di jalur FM yaitu diharuskannya sebuah radio memiliki format dan segmen dan nama radio mesti berbahasa Indonesia. Maka 1 Januari 1991 nama YG pun berganti menjadi GMR (Generasi Muda Radio) dan format yang dipilih adalah format Rock Station (blues, slow rock, classic rock, art/progressive rock, hard rock, heavy metal, speed metal, thrash metal hingga death metal) dengan fokus pada segmentasi anak muda yang notabene memiliki gairah terbesar terhadap musik rock. Pada saat itu di Bandung belum ada radio yang mengisi format musik rock. GMR merupakan yang pertama di Bandung bahkan di Indonesia. Stasiun ID yang diusung, “104.4 FM The Best Rock Station In Bandung” (bersambung ke bagian kedua)

Link ke tulisan Idhar Resmadi, "Radio GMR Bandung bagian 2": http://www.jakartabeat.net/musik/389-radio-gmr-bandung-2.html

Link ke tulisan Samack, "Radio Senaputra Malang": http://www.jakartabeat.net/musik/386-radio-rock-senaputra-kota-malang.html


Idhar Resmadi adalah mantan pemimpin Redaksi Ripple Magazine dan sempat menjadi jurnalis di Trax Magazine. Pernah menerbitkan satu buah buku Music Records Indie Label (Dar Mizan, 2008). Kini bekerja sebagai editor di yayasan non-pemerintah Common Room Networks Foundation yang berfokus pada pengembangan seni, teknologi, dan budaya. Selain itu ia juga bekerja sebagai jurnalis yang menyoroti persoalan seni, sosial, dan pendidikan di Kolom Kampus Harian Pikiran Rakyat Bandung. Ia tengah berusaha keras menyelesaikan studinya di Jurnalistik FIKOM Unpad melalui skrips yang bertopik industri budaya di era digital.

Senin, 20 September 2010

Ketika Buah Karyamu Atau Mungkin Hidupmu Ada Dalam Sebuah Harddisk

Minggu pagi 19 september 2010 saya terbangun dari lelap mimpiku, langsung saja saya bergegas menuju kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan tentunya tugas rutin yang sungguh-sungguh sangat menyiksaku, buang ingus, dahak, lendir yang ada didalam hidung & tenggorokanku, Damn!!! kalo hanya tiap pagi lalu siang & malamnya lanjut THT ku it's fine, okelah tidak masalah. Hmmmm..... kalo sedang benar-benar bermasalah mungkin hampir seharian saya mengerjakan tugas rutin yang sungguh-sungguh sangat menyiksaku. OK forget it omongan kosong ini, ini semua adalah masalahku titik!!!!!!

Setelah itu saya pun bergegas turun kebawah untuk sarapan, selesai sarapan saya langsung keatas lagi menuju ruangan dimana bisa dibilang diruangan inilah saya hidup sehari-hari. Ya, sebuah ruangan berukuran sekitar kurang lebih 8m X 3m yang tersekat menjadi 2 bagian dimana 1 ruangan tempat dimana saya duduk seharian didepan ok komputer untuk sekedar berinternet ria mau pun menuangkan segala ide dan keluh kesahku baik itu berdesain ria mau pun sekedar semedi mencari inspirasi lagu dan 1 ruangan lagi adalah tempat saya untuk gogorowokan alias bersenandung ria yang kalo malam adalah tempat tidurnya si anak hilang mr. shobandrill.

Pagi itu mungkin adalah waktu yang tepat dan asyik untuk gogorowokan, tapi apa yang terjadi??? Damn, kabel sambungan headphone putus. Hmmmm... siapakah gerangan yang telah membuat sedikit emosiku ini memuncak? pertama-tama saya panggil dulu mr. shobandril karena dia adalah penghuni alias penunggu ruangan ini. 

"Tidak bukan saya", dari mulut mr. shobandrill terucap. 

Lanjut interogasi adalah mba siti {baby sitternya mr. boboy keponakanku yang masih berumur 2 tahun 9 bulan}, ternyata bukan juga. Mr. boboy keponakanku pun sedikit diinterogasi, tapi masih sulit menemukan jawaban yang tepat namanya juga anak masih kecil, kadang menjawab iya kadang menjawab bukan kadang menjawab tikus atau kucing. 

"NAaaahhh...!!!! cocok kayanya mungkin tikus", gumamku.

Semenjak bulan puasa kemarin memang ruangan ini sedikit terganggu dengan kehadiran seekor tikus liar. Lalu saya pun berusaha untuk mencari & menginterogasi sang tikus, owww ternyata sang tikus sudah kabur entah kemana. Forget it!!! Lalu saya pun berinisiatif untuk membereskan ruangan ini agar sedini mungkin mencegah sang tikus datang kembali takut kalo beliau datang kembali mencari korban selanjutnya seperti : kabel mixer, soundcard, speaker, dsb dibantu oleh mr. shobandrill. Akhirnya sekitar jam 2-3an ruangan ini pun telah disulap sedikit rapi dan enak dipandang. 

"mandi dulu ah baru beresin kabel headphone yang telah putus & next gogorowokan", pikirku.

Akhirnya kabelpun telah berfungsi seperti sediakala sekitar jam 4-5an, lalu saya pun melanjutkan aktivitas yang tadi sedikit terhambat, GOGOROWOKAN !!!!!!! beberapa kali saya take vokal untuk laguku yang berjudul "roman", tapi mungkin sepertinya staminaku sudah terkuras dengan aktivitas sebelumnya jadi intinya gagal !!!! maghrib pun tiba dan menghentikan aktivitasku untuk segera mandi dan sholat maghrib, setelah itu saya pun kembali menyalakan ok komputer, tapi apa yang terjadi saudara-saudara????? mr. ok komputer ngadat tidak mau jalan restart lagi restart lagi..... owwww...owww..owww.. penderitaan ini belum berakhir kawan!!!!! Saya pun mencoba untuk mengutak atik mr. ok komputer tapi tetap saja tidak mau jalan.

Esok harinya saya pun bergegas membawa mr. ok komputer untuk diservice, sang pakar pun kutak katik sana sini akhirnya ketahuanlah bahwa penyakitnya adalah Harddisk nya bermasalah. Pikiranku pun langsung kalut dan tidak karuan, ya bagaimana tidak stress bahwa didalam Harddisk itu tersimpan semua data-data penting dari mulai desain, gambar, work, musik, dsb. Hal yang paling-paling menakutkan adalah Data Track Recording feverwine baik yang masih berupa demo atau pun yang sudah dimixing !!!!!!!! Lalu aku pun meminta tolong kepada sang pakar untuk menyelamatkan semua data yang ada dihardiskku.

Mengapa Data didalam Harddiskku itu begitu-begitu sangat pentingnya???? Mungkin bukan hanya saya saja yang terusik dengan masalah yang menurutku lumayan besar ini, pasti juga kalian atau orang lain. Tentunya kita masih ingat bagaimana seorang Ariel {artis Popstar papan atas sekaligus Pornstar tea} harus kehilangan jati diri dan kehidupan sebelumnya dan benar-benar hidupnya berubah drastis 360 derajat lintang khatulistiwa, dari seorang artis papan atas yang namanya sudah sedemikian harum di belantika musik tanah air kita yang mungkin sudah terbiasa dengan hidup bermewah-mewahan kini harus berubah drastis hidupnya menjadi seorang terdakwa kasus pornografi hanya karena video pornonya yang ada didalam HARDDISK laptopnya harus tersebar luas dalam masyarakat karena tindakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab hingga menyingkirkan berita besar lainnya seperti :"kasus century" dan sekarang Ariel harus menjalani  hari-harinya dibalik jeruji besi. Maaf sekali lagi disini saya bukan sedang membandingkan diriku yang hanyalah seorang NOTHING dengan sang Ariel seseorang yang benar-benar SOMETHING BIG {BIG kitu etana???}.

Baiklah saya ingin sedikit curhat / menceritakan beberapa buah lembaran cerita. Cerita ini dimulai sekitar akhir tahun 2009 dimana saya baru saja beres membangun sebuah ruangan yang seperti saya ceritakan diatas hasil tabungan keringatku sendiri beserta seperangkat alat-alat penunjang lainnya. Ditempat inilah saya mengurung diri untuk bersemedi bersama mr. ok komputer & boogie doll sang rocker doll untuk berkreasi menghasilkan musik yang sebebas-bebasnya, karena musik bagiku adalah universal dan satu lagi berbicara musik bagiku bukanlah menganalisa sebuah genre.

Hampir setahun ini saya memang mengurung diri dalam ruangan ini hingga tidak tahu apa yang telah terjadi diluar sana, duniaku sehari-hari hanyalah komputer dan seperangkat alat musik. Di tahun 2010 ini saya memang bertekad untuk menuntaskan sebuah project musikalitas yang sempat tertunda dan terhenti beberapa tahun lamanya karena suatu alasan yang prinsipal. Lagu demi lagu telah saya hasilkan dan beberapa lagu pun telah saya share dalam media internet untuk sebuah keisengan semata dan kepuasan bathin yang benar-benar saya nikmati. Entahlah, musik bagiku seperti sebuah candu yang menyenangkan dan seperti layaknya menuangkan kisah hidup kedalam coretan sebuah diary.

Hampir setahun ini memang saya tidak mengkhususkan diri untuk getol mencari dollar seperti tahun-tahun sebelumnya yang alhamdulillah bisa terkumpul dan menabung untuk sebuah ruangan studio yang sungguh-sungguh masih sangat sederhana. Berawal dari iseng untuk mengshare beberapa lagu ke media internet dan ternyata respon yang didapat pun tidak terlalu mengecewakan membuat saya bertekad untuk melanjutkan project musikalitas ini. Entahlah seperti apa nantinya saya tidak perduli biarkan waktu yang kan menjawabnya karena saya hanya ingin berkarya dan berkarya terus berkarya membangun sebuah musik yang benar-benar sesuai dengan apa yang saya inginkan tanpa harus bersekutu dengan industri musik komersialisme yang sekarang sudah demikian menjamurnya di TV nasional kita hanya dengan bermodalkan mungkin 1 single yang mendayu-dayu {Alay lah pokonamah} dan tentunya dengan modal yang kuat!!! dan hingga akhirnya saya akan berhenti total karena memang sudah tidak memungkinkan lagi bagiku untuk berkarya.

Lagu demi lagu sound demi sound pun berhasil saya ciptakan untuk kurun waktu yang lumayan cukup lama karena disini mood pun ikut berperan serta dalam membangun musikku. Apalagi kondisi tubuhku yang sekarang rentan sakit membuat proyek musikalitas ini sedikit terhambat, ya memang THT ku sedikit terganggu mungkin ini adalah buah dari masa laluku. Karena kondisi inilah beberapa lagu kebanyakan belum di take / diisi vokalnya, saya bertekad setelah lebaran kemarin saya mulai berjuang untuk mengisi take vokal, dan ketika hari minggu kemarin saya ingin melanjutkan perjuangan yang tertunda ini sungguh diluar skenario dan harapanku, tiba-tiba saja mr. ok komputer tidak bersahabat dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah Harddisk dimana tempat saya menyimpan hasil karya saya dan beberapa dokumen maupun hasil desain edit video FW saya pun positif error. 

WTH????!!!!!! disaat saya sedang tidak bersahabat dengan mr. money {problema setelah lebaran} maupun ada sedikit kredit macet dari relasi bisnis saya membuat saya seperti mendapat sebuah pukulan telak yang bertubi-tubi apalagi ini ditambah dengan masalah harddisk error. Bagaimana tidak down hampir setahun ini saya berkarya mengumpulkan materi demi materi lagu hingga hampir mendekati sebuah titik finish, dan kini apa yang terjadi????? WTH ???!!!!!!

Penderitaan ini belum berakhir kawan !!!!! Saya berharap semoga sang pakar masih bisa menyelamatkan data harddisk saya {keadaan harddiskku sekarang kadang terdetect kadang tidak dan lumayan lemot ketika sedang memindahkan data}, semoga semoga semoga.... i wish i hope for the better & lucky tomorow....... amien. 
Tetapi apabila semuanya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan........
hmmmmmm........ entahlah.......... entahlah........ entahlah..................
saya sudah tidak mampu lagi berkata-kata..................................

Note : kepada teman-teman supaya tidak mengalami kejadian mengenaskan seperti yang saya alami sebaiknya prepare untuk mengambil tindakan-tindakan yang tepat dan jitu seperti selalu menyimpan duplikat data entah dalam CD atau berupa perangkat lainnya seperti Harddisk eksternal, dsb.  
 

Selasa, 31 Agustus 2010

rockstar ceunah


Ketika sedang asyik bermain-main dengan paman google tanpa disengaja saya menemukan foto ini, entah kenapa tiba-tiba hati saya seperti yang tidak nyaman melihat frame tersebut. Melihat dari frame tersebut dapat dipastikan bahwa itu adalah pemandangan dari sebuah suasana gigs /event musik, lalu kenapa ko ada yang pake mukena segala ??? ih sieun ih atuuutttt seyeeeuuum, hahahahahaa.... meureun ceuk manehna mah aksi teatrikal ala rockstar ceunah, kalo mau maen musik mah maen musik aja brow ga usah bawa-bawa / ngehujat agama segala atuh, istighfar ah jang kade........ maaf ya bukannya saya sok agamis, saya juga mengakui ko kalo saya ini bukanlah manusia tanpa dosa, cuman saya mah ngasih masukan aja jangan suka maen-maen dengan agama entar masuk acara "misteri illahi" loh... wallahu'alam.......

Minggu, 29 Agustus 2010

The Basketball Diaries Movie {1995}


Basketball Diaries adalah sebuah film drama Amerika yang diproduksi sekitar tahun 1995, disutradarai oleh Scott Kalvert dan dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, Lorraine Bracco, James Madio dan Mark Wahlberg. Alur cerita film ini didasarkan pada buku otobiografi kehidupan Jim Carrol sekitar tahun 60-an dengan judul yang sama.

Film diadaptasi dari kehidupan jalanan seorang Jim Carroll diperankan oleh Leonardo DiCaprio, Jim Carrol adalah anggota tim basket di sekolahannya. Mimpi Jim untuk menjadi bintang pemain basket sepertinya tidak berjalan mulus karena ia terjatuh dalam dunia mengerikan sebagai pecandu narkoba. Sahabatnya Bobby sekarat di rumah sakit karena leukemia, pelatih basket, Swifty, memergoki Jim dan teman-teman team basketnya sedang menggunakan narkoba sehingga membuat tim basketnya pecah dan semuanya dikeluarkan dari tim basket oleh Swifty sang pelatih.
Keluar dari sekolah dan tim basketnya membuat Jim terhempas dalam kehidupan jalanan, akalnya menjadi picik dari mulai mengkhianati teman-temannya, mencuri toko, seks bebas hingga melakukan apa saja untuk memenuhi kecanduan heroinnya. Beruntunglah ada Reggie yang mantan pecandu juga berusaha untuk membantu Jim kembali kedalam kehidupan yang normal.  

Sabtu, 28 Agustus 2010

Kematian 10 Seleb Cantik ini Gemparkan Dunia

VIVAnews - Kematian mungkin bagian yang wajar dialami semua manusia dalam kehidupan. Namun, ada beberapa peristiwa kematian yang mampu menggemparkan dunis. Selebriti selalu membawa cerita tak hanya melalui karya-karya semasa hidup tetapi juga saat ajal menjemput mereka.Berikut daftar kematian lima dari 10 selebriti top dunia yang mengguncang dunia, seperti dikutip dari laman allwomenstalk.
Marilyn Monroe1. Marilyn Monroe

Sepanjang karirnya, Monroe dikenal sebagai ikon kecantikan dan fashion.  Marilyn Monroe meninggal di usia 36 tahun dan ditemukan di rumahnya pada tanggal 5 Agustus 1962. Penyebab kematiannya hingga kini masih samar, overdosis atau bunuh diri.




Heather O?Rourke2. Heather O'Rourke
 Kematiannya di usia sangat belia, 12 tahun bisa membuat para penggemar film horor merinding. Bintang trilogi film Poltergeist yang bakatnya ditemukan Steven Spielberg meninggal 1 Februari 1988 setelah berjuang melawan Penyakit Crohn (penyakit radang saluran pencernaan akut dan kronis).


Aaliyah3. Aaliyah

Penyanyi R & B Aaliyah meninggal di usia yang masih sangat muda, 22 tahun. Peraih penghargaan Grammy meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat di Bahama pada tanggal 25 Agustus 2001 setelah syuting videoklip terakhirnya, "Rock the Boat".




Janis Joplin4. Janis Joplin

Penyanyi rock Janis Joplin mulai terkenal di akhir 1960-an. Majalah Rolling Stones menempatkannya sebagai orang ke-46 dari daftar "100 Artis Terpopuler sepanjang Masa." Pada Oktober 1970, dia ditemukan tewas di lantai kamar hotelnya pada usia 27 tahun. Penyebab kematian yang resmi dikeluarkan kepolisian menyatakan sang rocker tutup usia akibat overdosis heroin dan efek alkohol.



Anna Nicole Smith5. Anna Nicole Smith

Dunia cukup lama menyaksikan pasang surut dalam kehidupan model Playboy berusia 36 tahun, Anna Nicole Smith. Anna pernah menghiasi tajuk-tajuk utama majalah dari kematian putranya hingga pernikahannya dengan seorang miliarder berusia delapan puluh tahun. Pada tanggal 8 Februari 2007, Anna ditemukan tidak bernyawa dalam sebuah kamar hotel Seminole Hard Rock  Hotel and Casino di Hollywood.



Linda Boreman6. Linda Boreman

Linda membintangi film dewasa "Deep Throat" yang dirilis pada 1972. Namun, beberapa tahun setelah itu, ia berubah menjadi aktivis anti-pornografi. Di usianya yang ke-53 tahun, Linda meninggal akibat trauma hebat dan cedera parah setelah kecelakaan mobil pada 22 April 2002.





Putri Diana7. Putri Diana
Siapa yang dapat melupakan pesona dan keanggunan Putri Diana? Putri berusia 36 tahun dari Wales meninggal dunia setelah kecelakaan mobil di Paris bersama Dodi Al-Fayed  setelah terlibat adegan kejar-kejaran dengan paparazzi. Untuk mengenang Lady Di, sapaan Diana, penyanyi Inggris Elton John mengaransemen ulang lagu "Candle in the Wind" dalam pemakaman putri yang kisah hidupnya mirip dongeng tersebut.

Sharon Tate8. Sharon Tate
Aktris Sharon Tate Marie membuat industri film menoleh padanya saat dinominasikan untuk Golden globe dalam film "Valley of the Dolls" pada 1967. Aktris berusia 26 tahun dan empat anggota keluarganya ditemukan tewas akibat luka tikaman di rumahnya.
Pembunuh aktris cantik ini akhirnya diketahui bernama Charles Manson, penjahat kelas kakap Amerika yang membentuk kelompok kriminal 'The Family'. Yang targis, peristiwa ini terjadi pada tanggal 8 Agustus 1969 di tengah dua minggu terakhir penantian sang aktris pada kelahiran anaknya.
Ruslana Korshunova9. Ruslana Korshunova
Dikenal sebagai "Rapunzel Rusia" dalam dunia model dunia, gadis berusia 20 tahun mengejutkan dunia dan keluarganya ketika ia jatuh dari balkon lantai sembilan apartemennya di Manhattan, New York, AS. Polisi menyatakan kematian Ruslana akibat bunuh diri, meskipun tidak ada pesan ditemukan.





Selena Quintanilla-Pérez10. Selena Quintanilla-Pérez
Penyanyi latin yang tenar dengan julukan "Ratu Musik Tejano", berada di puncak karier saat dibunuh oleh Yolanda Saldivar, pemimpin kelompok penggemarnya. Jennifer Lopez memperoleh ketenarannya saat memainkan peran dalam sebagai penyanyi berusia 23 tahun tersebut dalam film "Selena" dan memenangkan penghargaan Grammy pada 1997.






Orangutan Masih Terancam


Ada empat spesies kera besar di dunia dan sangat dilindungi, tiga di antaranya ada di Afrika, yakni Gorila, Simpanse, dan Bonobo serta satu spesies yang hanya tersisa di Indonesia dan Malaysia, yakni Orangutan.
Orangutan adalah mahluk sejenis kera yang memiliki lengan panjang dan berbulu kemerahan atau terkadang cokelat. Orangutan ditemukan di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Orangutan termasuk ke dalam Ordo Primata, Familia Pongidae, dan species Pongo pygmaeus (orangutan Kalimantan) dan Pongo abelli (orangutan yang terdapat di pulau Sumatera).
Habitat orangutan adalah di hutan hujan tropik dataran rendah, hutan berawa atau hutan perbukitan pada ketinggian 1500 mdpl. Kini, mereka hanya bisa ditemukan di hutan Kalimantan maupun Sumatera (90%), sementara 10% di hutan Malaysia (Sabah dan Sarawak).
Mahluk Semi Solitaire
Orangutan hidup semi solitaire. Tidak membentuk kelompok seperti jenis kera besar lainnya. Mereka bersosialisasi dengan individu lainnya pada saat kawin yang berlangsung selama 2-3 minggu dan saat mengasuh anaknya. Orangutan melahirkan hanya satu anak setiap kelahiran, setelah 5-8 bulan mengandung. Orangutan bisa hidup hingga usia 50-60 tahunan lebih.
Menurut data yang dikeluarkan International Workshop on Population Habitat Viability Analysis (PHVA) tahun 2004, populasi orangutan di Kalimantan ada 57.797. Sementara populasi orangutan di Sumatera ada 7.501.
Populasi orangutan semakin terancam bahkan hampir punah karena ulah manusia.”Ancaman yang dihadapi orangutan adalah hilangnya habitat karena ilegal logging, konversi hutan menjadi perkebunan, dan perburuan. Perburuan cukup serius” tutur Darmawan, Koordinator untuk Orangutan Conservation Services Programe (OCSP)di Kalimantan dalam acara Greentalk 89.2 FM Green Radio, Rabu (1/4/2009). Hal ini bisa dilihat dari jumlah orangutan yang masuk pusat rehabilitasi lebih dari 1000 ekor di tiga pusat rehabilitasi di Kalimantan.
Faktor yang  paling mengancam keberadaan orangutan adalah konversi hutan menjadi perkebunan. Ketika kehidupan orangutan makin terdesak, dan dikepung oleh tanaman konversi monokultur yang luas, kadang orangutan jadi sangat mudah terlihat dan sangat mudah ditangkap ketika mereka ada di atas tanah karena gerakannya lebih lambat daripada saat masih diatas pohon. Yang menjadi incaran adalah anak orangutan yang masih bayi atau balita. Para pemburu ini setidaknya harus membunuh tiga orangutan dewasa termasuk induknya sebelum mendapatkan bayi orangutan.
Upaya Perlindungan
Perlindungan terhadap orangutan telah lama menjadi perhatian Pemerintah Indonesia. Tahun 2007 dalam United Nations Framework Convention on Climate Change  (UNFCCC), Conference of Parties (COP) ke-13 di Bali, Pemerintah Indonesia mendeklarasikan komitmennya untuk melaksanakan program konservasi dalam rangka melindungi orangutan dan habitatnya di Sumatera dan Kalimantan. 
Upaya perlindungan orangutan merupakan simbol konservasi hutan tropis dataran rendah di Indonesia. Karena melindungi orangutan berarti melindungi hajat hidup orang yang bergantung pada hutan termasuk di antaranya suku pedalaman dan masyarakat adat. Konservasi orangutan tidak hanya bermakna menghindari kepunahan fauna namun bertujuan menjaga alam demi kemaslahatan umat manusia.
Menurut Darmawan, upaya perlindungan binatang berjulukan ”umbrella spesies” ini penting karena mereka merupakan salah satu kunci yang membantu proses regenerasi hutan. Selain itu, karena orangutan mempunyai daerah jelajah yang cukup luas, maka diasumsikan jika menyelamatkan orangutan berarti menyelamatkan jenis hewan lain yang hidup di tempat yang sama.
Ketika ditanya soal aktivitas yang telah dilakukan OCSP, Darmawan menjelaskan bahwa mereka telah melakukan penegakan hukum, patroli, protection and monitoring unit, mengelola kawasan-kawasan yang menjadi habitat orangutan. “Teman-teman di Aceh melakukan pengelolaan dan perlindungan orangutan termasuk upaya penyelamatan orangutan yang terpasaka direlokasi karena habitatnya hilang”, tambahnya.
Senada dengan Darmawan, Nardiyono, Koordinator Survei The Nature Conservancy (TNC) di Kalimantan menjelaskan melalui telepon, bahwa selama ini TNC berkonsentrasi kepada alam dengan tetap memperhatikan  masyarakat sekitar hutan. Selain itu, tahun 2008  TNC melakukan survei orangutan di pegunungan Karst Sangkulirang. Bertujuan untuk mengetahui populasi orangutan dan keragaman hayati di Karst Sangkulirang. Melihat secara langsung kondisi hutan apakah layak sebagai habitat untuk jangka waktu yang panjang. Mengetahui akses menuju kawasan hutan, dan mengetahui secara makro dampak bagi warga masayarakat yang tinggal kawasan itu. Serta mencari tahu seberapa besar ancaman yang terjadi sekarang dan yang akan datang.
Dari survei tersebut ditemukan adanya populasi orangutan di Karst Sangkulirang yang cukup signifikan. “Kepadatan sarang orangutan di Kalimantan cukup tinggi. Dalam 8 km bisa ditemukan 219 sarang” ungkap Nardiyono.
Perlu Integrasi Semua Pihak
Lebih lanjut Darmawan melihat upaya-upaya yang dilakukan belum terintegrasi dengan baik. “Ada teman bergerak hanya soal manajeman kawasan padahal di situ persoalan penegakan hukumnya lemah. Sementara teman penegak hukum bergerak di tempat lain” tuturnya.
Upaya-upaya perlindungan dan penyelamatan orangutan akan semakin efektif jika ada komunikasi yang baik antarkelompok dan kolaborasi. Darmawan mengatakan, “Jika ada integrasi maka tujuan pendekatan hukum yang lebih baik, dan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah juga tercapai, serta support dari prevent sector”.
Diakui Darmawan bahwa pekerjaan melindungi orangutan merupakan tanggung jawab besar dan perlu kerja sama banyak pihak. Untuk membangun komunikasi dan trust yang lebih kuat, perlu wadah mendorong prubahan-perubahan kebijakan, perubahan pengelolaan orangutan dan perlu ada orang yang mejadi koordinator”.
Darmawan juga menjelaskan upaya yang seharusnya dilakukan setelah mengetahui ada populasi orangutan di suatu wilayah. “Yang perlu dilakukan adalah upaya perlindungan habitat, tetapi tidak menutup peluang masyarakat sekitar untuk tetap memanfaatkan sumber daya alam di wilayah itu. Selain itu juga mendorong perubahan kebijakan supaya ada policy yang lebih kuat’ jelasnya. 
Darmawan juga mengakui bahwa upaya itu tidak mudah. Di masyarakat ada persepsi yang keliru tentang upaya ini. “Membunuh orangutan itu dilarang, tetapi merusak habitat orangutan sehingga orangutan mati dibolehkan” terang Darmawan sambil tertawa. Hal ini terjadi  karena tidak ada status perlindungan yang tegas.
Melindungi Manusia Juga
Lalu, apa korelasi penting keberadaan orangutan bagi mahluk hidup lain termasuk manusia? “Mereka mempunyai pengetahuan misalnya obat-abatan, ada rumput penting yang mereka makan pada kondisi sakit, dan sekarang tumbuhan itu bermanfaat buat manusia untuk obat. Dari sini kita melihat bahwa mahluk lain juga memiliki pengetahuan” ujar Darmawan.
Sementara Nurdiyono menjelaskan bahwa ada korelasi yang erat antara keberadaan orangutan dengan masyarakat kota, “Melindungi kawasan hutan dengan payungnya adalah urangutan mempunyai dampak positif bagi masyarakat kita yang ada di kota. Pemanasan global terjadi di mana-mana, tatkala kita kehilangan hutan di mana ada orangutannya maka kita tinggal menunggu waktu saja, menunggu bencana yang sudah mengancam keselamatan, temasuk dengan kita masyarakat kota”.
Melindungi orangutan berarti juga melindungi habitatnya, termasuk yang ada di luar kawasan konservasi sehingga semua pihak termasuk kita yang berada di kota memiliki tanggung jawab melindungi orangutan. Akankah kita membiarkan orangutan punah? Marilah kita cegah satwa punah sekarang juga!
sumber :greenradio.fm/index.php/component/content/article/105-endanger-animal/421-orangutan-masih-terancam.html